Meraih Cinta Allah Dengan Amalan Sederhana

Oleh: Kyai Ageng Khalifatullah Malikaz  Zaman

Saudaraku dalam perjumpaan kita kali ini, saya mengajak Anda untuk mengkaji tentang sesuatu yang cukup misterius. Karena hal itu, tak mudah untuk mendefinisikannya secara pasti. Namun, setiap manusia tidak akan mampu dan tidak dapat melepaskan diri darinya. Pasalnya, semua orang pernah mengetahui dan merasakannya. Itulah CINTA.

Jadi, kita akan mengaji tentang cinta. Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa cinta merupakan asal dari proses penciptaan manusia itu sendiri. Karena itulah rasa cinta merupakan satu hal terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa cinta, kehidupan manusia akan menjadi hampa.

Dicintai dan mencintai sesama manusia merupakan anugerah bagi setiap manusia. Namun perlu diingat, sebagai seorang hamba sudah sepatutnya rasa cinta kepada Allah yang perlu kita dahulukan.Itulah Cinta tertinggi atau puncak cinta, yakni kecintaan kita kepada Allah SWT.

Sehubungan dengan hal itulah, dalam Webinar dan Zikir Online pada malam minggu lalu (30/01/2021), Tema tentang, " Meraih Cinta Allah dengan Amalan Sederhana," menjadi bahasan yang menarik perhatian para peserta.

Menariknya, tema kajian ini diusulkan oleh seorang akhwat yang termasuk dalam kelompok Generasi Millennial. Jadi, menurut saya, kajian kita ini cukup Luar Biasa, pasalnya ada anak muda yang tertarik untuk meraih Cinta Allah dengan amalan sederhana. Yang tua-tua, mungkin sampai berpikir untuk meraih Cinta Allah karena sibuk bisnis?

Nah.. Inilah kereennya gaya anak muda masa kini, Ingin meraih sesuatu yang Luara Biasa dengan cara Sederhana. Kereen…, Bukan? Semoga kajian kita malam ini bisa menjadi inspirasi bagi para Millenial dan Generasi Z.

Para, Ikhwan dan akhwat yang Dikasih Sayangi Allah, agar Allah mencintai kita, tentu saja kita harus mencintai-Nya. Pembuktian cinta tersebut harus ditunjukkan dengan beribadah hanya kepada Allah SWT. Ibadah, merupakan puncak dari rasa cinta kepada Allah SWT.

Namun demikian, Guru Mursyid kita, Allahyarham Syaikh Inyiak Cubadak mengingatkan, "Ibadah yang dilakukan seorang manusia tidak akan sempurna jika tidak didirikan di atas tiga fondasi utama.”

Beliau menjelaskan Ketiga Fondasi Ibadah itu, sebagai berikut:

  1. Al Mahabbah atau rasa cinta,
  2. Al Khauf atau rasa takut, dan
  3. Ar Raja' atau rasa harap.

“Inilah tiga fondasi utama berdirinya ibadah seorang hamba. Ketika ibadah seorang hamba kehilangan salah satu dari tiga fondasi yang mulia ini, ibadah yang ia kerjakan tidak akan sempurna," kata Inyiak Cubadak.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah. Memang, inilah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.

Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara kita untuk mendapatkan kecintaan tersebut.

Menggapai Cinta Allah Dengan Amalan Sederhana

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Shalat Awal Waktu
  3. Baca Quran Pagi dan Sore
  4. Meraih Cinta Allah melalui Zikir
  5. Sayangi yang di Bumi, untuk Menarik Simpati Langit
  6. Harmonis dengan Sesama Manusia
  7. Menjaga Keselarasan dengan Alam

Nah, untuk itu marilah kita sejenak melakukan perenungan agar bisa introspelsi diri, “Cinta Allah dan Rasul-Nya, Adakah dalam Diri dan Laku Kita?”

Para, Ikhwan dan akhwat yang Dikasih Sayangi Allah. Allah SWT adalah Sang Khalik yang harus kita cintai melebihi siapapun. Namun seringkali gemerlapnya dunia membuat kita lebih mencintai dunia dibandingkan Allah.

Bagaimana cara Mencintai Allah, mungkin dapat hayati dari  Puisi Cinta yang disampaikan oleh Guru Mursyid kita, Allahyarhamah Rabiah Al Adawiyah ke Hadhirat Allah.

Aku mengabdi kepada Rabb

Bukan karena takut neraka

Bukan pula karena mengharap masuk surga

Tetapi aku mengabdi,

Karena cintaku pada-Nya

 

Ya Allah, jika aku menyembah-Mu

karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya

Dan jika aku menyembah-Mu

karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya

 

Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata,

Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu

yang abadi padaku.

Shalat Awal Waktu Dicintai Allah Melebihi Berbakti pada Orangtua dan Berjihad

Para, Ikhwan dan akhwat yang Dikasih Sayangi Allah. Saat seorang hamba bergegas untuk melakukan shalat di awal waktu, maka itu adalah salah satu tanda yang membuktikan kecintaannya pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah sangat menyintai hamba-Nya yang bergegas memenuhi panggilan-Nya. Sebagaimana hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah SAW: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah." (HR Bukhari & Muslim)

Membaca Al Qur’an Pagi dan Sore

Para, Ikhwan dan akhwat yang Dikasih Sayangi Allah. Sesungguhnya di antara sebab yang bisa mendatangkan kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah membaca al Qur`an dengan khusyu’ dan berusaha memahaminya. Sehingga tidak mengherankan, apabila kedekatan dengan al Qur`an merupakan perwujudan ibadah yang bisa mendatangkan cinta Allah.

Saudaraku, isilah waktu pagi dan soremu dengan membaca Al Qur’an. Ingatlah bahwa Al Qur’an nanti bisa memberi syafa’at bagi kita di hari yang penuh kesulitan di dunia dan pada hari kiamat kelak.

Meraih Cinta Allah melalui Zikir dalam Setiap Tarikan Nafas

Para, Ikhwan dan akhwat yang Dikasih Sayangi Allah. Berzikir mengingat nama Allah dan merenungi kekuasaan-Nya pun, termasuk bagian dari ibadah yang sederhana, namun manfaatnya Luar Biasa.

Majelis Zikir  Al-Hikmah adalah satu bentuk ibadah melalui majelis zikir yang berusaha mengantarkan jamaahnya untuk mengenal, akrab, sampai menumbuhkan rasa cinta kepada Allah.

Sayangi yang di Bumi, untuk Menarik Simpati Langit

Banyak hadis Nabi menjelaskan tentang amalan yang paling dicintai Allah Ta'ala. Namun, banyak di antara umat Islam belum tahu siapa sebenarnya orang yang dicintai Allah Ta'ala dan orang yang dibenci-Nya. Lalu, orang seperti apakah yang dibenci dan dicintai Allah? 

Ada satu sifat yang bisa mendatang kan cinta Allah kepada hambanya yaitu sifat dermawan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang bakhil jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah daripada orang yang pintar yang bakhil” (HR. Tirmidzi).

Karena itulah menyantuni Yatim dan Dhu'afa merupakan satu pilar yang harus ditegakkan oleh setiap muslim. Karena dengan upaya berbagi kasih sayang itulah kita dapat meraih simpati langit.

Sebagaimana hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sabda Beliau. “Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama' Sayangilah orang-orang yang di bumi supaya kamu disayangi pula oleh yang di langit.” (HR : Imam Ahmad)

Menjalin hubungan yg harmonis dengan sesama manusia

Para, Ikhwan dan akhwat yang Dikasih Sayangi Allah. Hidup rukun adalah sikap menjaga hubungan baik dengan sesama. Hubungan baik dapat tercapai jika individu memahami etika dalam pergaulan di rumah, sekolah, atau masyarakat. Apa yang dilakukan oleh individu akan berdampak pada individu itu sendiri serta bagi setiap seseorang.

Hidup Harmonis dengan sesame manusia berarti saling menghormati, saling menyayangi, dan menjauhi perselisihan. Jika seseorang menghormati orang lain, maka orang lain pun akan menghormati orang tersebut.

Nilai Kehidupan yang harmonis itu tergambar dalam Falsafah Hidup Nenek Moyang kita, Leluhur Nusantara yakni, Silih Asih, Silih Asuh dan Silih Asah. Nilai, asih, asuh dan asah tersebut perlu dirawat karena setiap individu saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Saling dapat mengasihi, mengasuh dan mengoreksi di antara individu.

Manusia Harus Menjaga Keselarasan dengan Alam

Para, Ikhwan dan akhwat yang Dikasih Sayangi Allah. Alam dan manusia memiliki kesamaan yakni merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai sesama makhluk, sudah seharusnya manusia dapat menjaga keselarasan hubungan dengan alam dengan cara merawat dan menjaga lingkungan, dan tidak merusaknya.

Kenapa kita harus hidup selaras dengan alam? Karena alam telah menyumbangkan banyak hal untuk kelangsungan hidup kita. Segala hal yang kita butuhkan untuk bertahan di muka bumi berasal dari alam.

Selain itu mendekatkan diri pada alam juga bisa menjaga keseimbangan dalam hidup kita. Nah, kalau begitu bagaimana caranya agar kita bisa hidup berdampingan dengan alam sekitar?

Berkebun merupakan salah satu cara mudah untuk hidup selaras dengan alam. Manfaatkan lahan di rumah. Jika tak ada, menanam bunga atau sayuran di dalam pot bisa menjadi pilihan.

Dengan menanam tumbuhan seperti ini, kita sudah ikut andil dalam upaya penghijauan. Selain itu, suasana rumah menjadi lebih asri dan sejuk.

Manfaat lain dari berkebun? Jelas, aktivitas ini bisa membantu kita menenangkan diri, meningkatkan imunitas terhadap mikroba, dan membakar kalori.

Semoga pengajian kali ini bermanfaat dan memberi inspirasi kepada kita semua agar semakin menguatkan usaha kita untuk meraih cinta Allah dengan amalan yang sedehana. Semoga kita bisa saling mencintai karena Allah dan mendapatkan pertolongan-Nya.

Wa billahi Taufiq wal Hidayah. Wa a’fu minkum

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama