YUK ‼️ KITA MENANAM KEBAJIKAN, SEMOGA MENUAI KESEJAHTERAAN ๐Ÿ™




Jakarta, JENIUSNET.- Saudaraku ❤ Hidup adalah Menanam. Siapa MENANAM tentu akan MENUAI. Setiap orang pasti senang dan terhibur melihat indahnya pemandangan pohon. Suka berteduh di bawahnya. Menikmati buah lezatnya. Memanfaatkan oksigen yang dihasilkannya dan menyerap karbon dioksida yang kita keluarkan.

Bahkan memanfaatkan setiap helai daun, serabut akarnya dan kayunya untuk berbagai macam kepentingan. Pohon adalah paru-paru dunia. Itulah perumpamaan seorang muslim.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim: 24-25).

Wajah yang elok, kekayaan yang berlimpah dan jabatan tinggi tidak sedikitpun menambah kemuliaan seseorang di mata Allah. Pasalnya Kulitas manusia dinilai dari perbuatannya. Maka, siapa yang menabur benih, dialah yang menanam. Siapa Yang Menanam, Dia Yang akan Menuai. Siapa yang menabur benih kemurnian dan kebajikan tentu akan menuai Kesejahteraan, kasih sayang dan kebenaran.

Dengan demikian, makna “siapa yang menanam akan menuai” mengandung makna yang sangat dalam, yaitu setiap manifestasi sikap kita dalam kehidupan ini harus dilakukan secara bertanggungjawab agar mendatangkan suatu manfaat yang sifatnya kekal. Sebagaimana Nabi SAW telah mengingatkan kita, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim).

Alhamdulillah ๐Ÿ™ Apa-apa yang kita NIKMATI hari ini, sesungguhnya adalah Hasil TANAMAN Ayah Bunda dan Kakek Moyang kita. Semoga Beliau-beliau ditempatkan Allah di Sisi-Nya, sesuai dengan amal ibadahnya di dunia. “Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu.” (Al-Qashas: 84)

Nenek Moyang kita telah berbuat dan hasilnya masih dapat kita nikmati sampai hari ini. Bukankah Sawah yang beliau teruka, sumur yang beliau gali dan kelapa yang beliau tanam masih kita minum airnya? Bukan itu saja , Beliau pun mewariskan Adat dan Budaya serta Kearifan Lokal yang sangat bernilai Luhur. Maka, Marilah kita, sebagai PEWARIS NUSANTARA Menanam Kebajikan, Budi dan Karya. Semoga Dzurriyat kita Hidup Bahagia dan Sejahtera. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin๐Ÿ™

“Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waja’alna lil muttaqina imama.”

"Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa."
๐Ÿค❤๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ™๐Ÿ‘

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama