10 HAL PENTING SOAL PEMINDAHAN IBU KOTA KE KUTAI KERTANEGARA ๐Ÿ‘❤๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿค



Jakarta, JENIUSNET,- Rencana Pemindahan Ibu Kota NKRI ke Wilayah Kutai Kertanegara sudah Tepat. Pertama, beban Jakarta memang sudah sesak, maka perlu diurai. Kedua pentingnya upaya Pemerataan Pembangunan di Luar Jawa. Ketiga, l’omaso  tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia. Keempat, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Kelima, lokasi itu berada di Wilayah Satu Kerajaan Tertua di Nusantara.

Demikian disampaikan Ketua Umum Persemakmuran Pewaris Nusantara, KGPH Eko Gunarto Kepada wartawan di kantor PT. Mutiara Samudera Biru Group, Pejaten Office Park, Jakarta Selatan. “Semoga perpindahan Ibu Kota ke Kutai Kertanegara Menjadi Momentum Titik Balik Kebankitan Kasultanan, Kerajaan, Masyarakat  Adat & Budaya luhur Nusantara dalam Bingkai NKRI yang Adil dan Sejahtera,” tambah Kangjeng Eko.

Ketua Umum Persemakmuran Pewaris Nusantara itu, juga menjelaskan bahwa Pemindahan Ibu Kota Negara ke Luar Jawa, juga termasuk dalam Rancangan Rekonstruksi Nusantara Menuju Indonesia Adil Makmur yang sedang dirumuskannya bersama para Ulama, Raja dan Sultan serta Pemangku Adat se Nusantara. “Rekonstruksi Nusantara merupakan LANGKAH FUNDAMENTAL menuju strategi Pembangunan Berlandaskan Budaya menuj masa depan Rakyat Indonesia lebih Sejahtera. Untuk itu, diperlukan upaya untuk mengumpulkan dan merekonstruksi berbagai inisiatif dari seluruh Stakeholder Indonesia, khususnya para Raja, Sultan dan Pemangku Adat se Nusantara,” kata Kangjeng Eko.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Kangjeng Eko menjelaskan 10 Hal Penting Soal Pemindahan Ibu Kota NKRI yang selama ini menjadi Kajian dรฌ Persemakmuran Pewaris Nusantara, yaitu:

1. Memindahkan Beban Jakarta yang memang sudah sulit untuk dibenahi, selain dengan cara mengurangi beban kota Tua yang sudah sesak itu;
2. Pemerataan Pembangunan dan Memicu Pertumbuhan Ekomi Daerah Luar Jawa;
3. Pengembangan dan Peningkatan Peluang Usaha di Daerah, terutama di Propinsi yang akan didirikan Ibu Kota NKRI;
4. Menghindari Daerah rawan BENCANA, terutama Gempa, Tsunami dan Banjir;
5. Aspek Spiritual dan Sejarah Kebangkitan Nusantara. Sebagai Bangsa yang Budayanya dilandasi Aspek Spirutual, maka harus kita Sadari bahwa Ibu Kota Negara harus dibangun di Wilayah yang pernah menjadi Pusat Kerajaan, Kesultanan atau Kebudayaan. Perlu Kita ingat bahwa Kebangkitan Sejarah Nusantara Itu akan kembali Berulang. Dan tentu saja akan berulang dari tempat-tempat yang pernah menjadi Sumbu atau Poros Kebudayaan dan Peradaban Nusantara;
6. Aspek Pertahanan Negara. Sebagai Ibu Kota tentu saja letaknya harus memenuhi aspek Keamanan dan Pertahanan dari arah Darat, Laut dan Udara.
7. Aspek Sosial Budaya. Sebagai Ibu Kota Negara, maka Ibu Kota harus dibangun di wilayah yang masih mempunyai Raja/Sulthan dan Tokoh Masyarakat Adat yang Cintai NKRI. Seiring dengan itu, Daerah tersebut secara sosiologis harus sudah dihuni oleh masyarakat yang heterogen dan Egaliter.
8. Planologi atau Tata Ruang Kota pada dasarnya harus memenuhi konsep penataan ruang wilayah untuk pemanfaatan pembangunan yang harus mengacu pada beberapa aspek seperti, keamanan, kenyamanan, produktifitas serta dapat bermanfaat secara luas bagi semua lapisan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan konsep penggunaan ruang ini bukan hanya untuk hari ini dan tahun depan saja tapi untuk generasi dimasa depan.
9. Kota Bernuansa Pancasila, Hijau dan Ramah Lingkungan. Sebagai Ibu Kota Negara yang berdasarkan Pancasila, Tata Ruang Kota bernuansa Nilai- nilai Pancasilan. Dengan demikian Aspek Keharmonisan antara Manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, Keselarasan antar sesama manusia dan Keseimbangan antara Manusia dengan Alam Sekitar harus Menjadi pertimbangan dan acuan Utama dalam Menata Kota. Sehingga Ibu Kota itu dapat mencerminkan Kota yang Relijius, Berbudaya Nusantara dan Spiritual serta Hijau.
10. Aspek Pariwisata. Kita harus belajar Kepada Malaysia yang, bukan saja berhasil memindahkan Ibu Kota, namun sukses menjadikan Ibu Kota Negara itu di Putra Jaya sebagai Kawasan Pariwisata.

“Demikianlah Sepuluh Aspek Utama yang menjadi Kajian kami di Persemakmuran Pewaris Nusantara, Majelis Dakwah Al-Hikmah dan Spiritual Politics Consultant Institute selama ini. Semoga bermanfaat bagi kita Semua,” pungkas Ketua Umum Persemakmuran Pewaris Nusantara, KGPH Eko Gunarto Putro.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama